Review Earbud TY Colarad C01 Indonesia

Setelah sebulan menemani aktivitas sehari-hari ane baik saat indoor maupun naek motor, akhirnya ane ada waktu luang buat bikin review singkat earphone TY Colarad C01 ini. Mungkin artikel review earphone ane kebanyakan isinya earbud doang karena telinga ane tinnitus kalo pake iem. Bagi yang kurang ngerti bedanya earbud sama iem silahkan googling dulu :D.

Sebelumnya ane belum pernah denger ini brand Colarad C01, searching di google cuma ketemu satu review dan itupun kurang jelas banget. Akhirnya setelah beberapa minggu barang ini bertebaran, akhirnya ane nyoba ikut lelang. Dan dapet dengan harga 110.000 :D. Sebagai informasi tambahan, earphone ini seharusnya dibandrol sekitar 180.000 – dua ratus ribuan.


TY Colarad C01

Packaging

Untuk earbud dibawah 200 ribuan, kemasannya lumayan menarik dan cukup lengkap. Terbuat dari karton tebal yang simpel dengan tulisan Colarad dan ada bunga plastik tempelan. Lumayan cocok buat gift/hadiah :D. Didalamnya ada unit earbud, foam 4 pasang dan pengikat kabel kulit sintesis (ini yang jarang disertain di earbud dibawah 200 ribuan, padahal berguna banget).

Built Quality

Unitnya sendiri cukup mencolok, keseluruhan dari housing sampai kabel berwarna merah. Kabel yang digunakan mirip dengan TY hiz 32 Ohm yang menggunakan jack L. Kabel sendiri agak kaku dan gak pernah kusut meskipun ane masukin saku. Dengan jenis kabel kayak gini, ane gak pernah nemuin ini earphone kebelit di saku.

Sound Quality

Disclaimer : Review ini sangat bersifat subjektif karena beda kuping beda rasa. Player yang digunakan juga sangat berpengaruh pada suara yang dihasilkan.

Player : Ipod Touch Gen 4, Xiaomi Mi 4c
Lagu : Survivor – Blue Encount, LIFE – Yui, Usotsuki no Paredo – Supercell & Hatsune Miku

Bass

Bass yang dihasilkan sangat lembut, tidak ada efek menggema (boomy). Setiap petikan dari bass dan pukulan drum dapat direpresentasikan dengan akurat. Menurut temen yang basshead sih katanya agak kurang kuantitasnya.

High

Suara yang dihasilkan sangat cocok untuk vocal dan akustikan. High terkadang agak nusuk jika tanpa menggunakan foam. Tapi dengan foam dan donut rasanya jadi lembut.

Detail, Separasi & Soundstage

Nah mungkin ini yang jadi nilai spesial dari earbud ini. Rasanya semua alat musik mengeluarkan bunyi dengan entitas yang pas. Nggak ada instrumen yang ketutupan sama sekali. Sangat cocok untuk lagu pop mainstream. Tapi untuk EDM rasanya kurang sreg. Suara yang dihasilkan rasanya rame di kepala, dalam jangka panjang bisa bikin agak pusing karena detailnya :D. Soundstage yang dihasilkan tidak terlalu luas, namun arah suara yang dihasilkan cukup akurat dan gak ada suara yang numpuk.

Kesimpulan

Dengan harga dibawah 200 ribuan, kayaknya ini earbud sangat cocok untuk pecinta detail yang pengen tetep ada bassnya. Ane sendiri sih masih cocok sama ini buat temen sehari-hari dan diharga segini belum ada gantinya :D.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *