Mengapa Smartphone Bekas Lebih Direkomendasikan?

Smartphone Android adalah salah satu perangkat yang perkembangannya gencar dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. Berbagai peningkatan dari sistem operasi dan aplikasi yang dikembangkan di Android memaksa pengguna untuk melakukan update hardware (baca : beli baru) untuk mendapatkan user experience yang memuaskan untuk penggunaan sehari-hari seperti multitasking, kamera, musik, streaming video dan sebagainya.

Seperti yang kita ketahui, tiap 3 bulan sekali produsen smartphone android setidaknya meluncurkan produk-produk baru mereka. Dan tiap tahun ada perbaruan perangkat lunak android dari google. Hal tersebut membuat kita berpikir untuk beli hp baru karena performa yang sekarang sudah tidak memuaskan dan androidnya sudah jadul.

Salah satu metode yang akan saya jelaskan adalah membeli smartphone bekas. Mungkin sebagian orang akan berpikir jika hp bekas itu sudah pasti ada rusaknya atau gak ada jaminan barang bagus. Nah karena itu saya membuat artikel tersendiri disini : Tips memilih smartphone android bekas.

Sekarang kita lebih fokus dalam membahas mengapa hp bekas lebih direkomendasikan. Ada banyak alasan yang mendukung bahwa hp bekas lebih baik daripada beli baru, terutama ketika kita menginginkan performa maksimal dengan budget yang sangat terbatas.

Yang pertama adalah terlalu cepatnya perkembangan hardware android yang menyebabkan jatuhnya harga smartphone. Sebagai contoh permisalan ketika kita membeli smartphone dengan harga 5 juta bulan ini. Tidak menutup kemungkinan 3-6 bulan lagi akan muncul penerus baru smartphone kita saat ini. Dan yang lebih parahnya harga jual smartphone kita saat ini tinggal 50% dari harga awal ( anggap 2.5 juta ).

Dalam prinsip ekonomi, hal ini sangat merugikan karena kita kehilangan 2,5 juta dalam kurun waktu 3-6 bulan padahal hp tersebut tidak memberikan masukan ke agan lebih dari 2,5 juta. Kecuali jika hp tersebut benar-benar memiliki fitur yang membantu kerja agan sekalian dan secara langsung menghasilkan uang yang lebih dari apa yang agan keluarkan.

Yang kedua adalah smartphone dalam kondisi bekas tidak selalu buruk, anda dapat membeli smartphone dengan harga murah dan performa diatas rata-rata hp baru yang beredar saat ini. Misalkan anda memiliki budget 2,5 juta. HP baru seharga 2,5 juta saat ini rata-rata memiliki RAM sebesar 2 GB dan Internal sebesar 32 GB ( *hp bergaransi resmi ). Nah ketika dana tersebut agan alokasikan ke smartphone bekas. Setidaknya agan bisa dapat hp high-end keluaran 6 bulan lalu.

Yang terakhir ketika agan perhatikan adalah user experience yang ditawarkan smartphone tidak terlalu mencolok perbedaanya dalam kurun waktu 2 tahun. Misalkan saat ini dengan RAM 2GB dan Internal 16GB, spesifikasi tersebut sudah cukup baik untuk pemakaian sehari-hari. Agan tidak perlu membeli smartphone dengan RAM 4GB bahkan 6GB. Resource hardware tersebut tergolong sangat mubadzir, kecuali agan benar-benar mau membuka puluhan aplikasi bersamaan tanpa di close. Dan saya sangat yakin penggunaan baterai juga akan sangat boros karena prosessor tetap bekerja secara maksimal.

Ketiga hal tersebut adalah alasan mengapa agan dapat memilih alternatif untuk membeli hp bekas. Kalau agan sekalian udah punya duit gak terbatas sih abaikan saja hehehe. Saya hanya sharing bagaimana memanfaatkan apa yang ada semaksimal mungkin. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *